

Mei tumbuh besar dengan kisah-kisah para pendekar dalam komik seni bela diri yang ia baca bersama kakak laki-lakinya. Sejak kecil, ia telah terpikat oleh keanggunan postur tubuh dan keindahan gerakan para ahli bela diri Tiongkok. Kekaguman itu menanamkan benih cinta mendalam pada dunia seni bela diri, meskipun pada masa remajanya, ia belum sempat mempelajarinya secara langsung.
Sebagai gantinya, Mei menekuni bahasa—Inggris, Jepang, dan Mandarin—yang tanpa disadari menjadi bekal penting dalam perjalanannya memahami filosofi dan budaya di balik seni bela diri tradisional. Setelah lulus universitas, Mei mulai mengenal nilai-nilai kebijaksanaan Timur melalui Sado, upacara minum teh Jepang, yang memiliki prinsip dasar: Wa (harmoni), Kei (rasa hormat), Sei (kebersihan), dan Jyaku (ketenangan).
Tahun 2020 menjadi titik awal latihan fisiknya ketika Mei mulai belajar qigong secara sistematis bersama Shifu Yanhao secara daring. Pada tahun 2023, Mei resmi memulai pelatihan Kung Fu Shaolin, dan pada 2024, ia berhasil menyelesaikan ujian tingkat 3 dalam sistem Duanpin. Di tahun yang sama, Mei mulai mendalami seni panahan Zen dan berkesempatan melakukan perjalanan ke Bozhou dan Shaolin Temple, Tiongkok, bersama para murid Shaolin Xiu Culture Center dari Inggris. Di sana, Mei mempelajari Wu Qin Xi dan menerima bimbingan langsung dari para master di Shaolin Temple.
Perjalanan Mei adalah sebuah lintasan yang unik: dari fantasi masa kecil dalam komik, menuju praktik nyata seni bela diri; dari bahasa dan budaya, menuju pemahaman filosofis dan spiritual. Ia menemukan harmoni melalui gerakan, ketenangan melalui pernapasan, dan kekuatan melalui kesadaran penuh.
Kini, sebagai seorang instruktur, Mei berkomitmen untuk menjadikan pengalaman lintas budaya dan latihannya sebagai jembatan bagi generasi modern. Ia berharap dapat membantu siswa menemukan cara mengintegrasikan seni bela diri tradisional ke dalam kehidupan sehari-hari, agar kebijaksanaan kuno tetap hidup dan bersinar di tengah dunia yang terus berubah.
Mei tumbuh besar dengan kisah-kisah para pendekar dalam komik seni bela diri yang ia baca bersama kakak laki-lakinya. Sejak kecil, ia telah terpikat oleh keanggunan postur tubuh dan keindahan gerakan para ahli bela diri Tiongkok. Kekaguman itu menanamkan benih cinta mendalam pada dunia seni bela diri, meskipun pada masa remajanya, ia belum sempat mempelajarinya secara langsung.
Sebagai gantinya, Mei menekuni bahasa—Inggris, Jepang, dan Mandarin—yang tanpa disadari menjadi bekal penting dalam perjalanannya memahami filosofi dan budaya di balik seni bela diri tradisional. Setelah lulus universitas, Mei mulai mengenal nilai-nilai kebijaksanaan Timur melalui Sado, upacara minum teh Jepang, yang memiliki prinsip dasar: Wa (harmoni), Kei (rasa hormat), Sei (kebersihan), dan Jyaku (ketenangan).
Tahun 2020 menjadi titik awal latihan fisiknya ketika Mei mulai belajar qigong secara sistematis bersama Shifu Yanhao secara daring. Pada tahun 2023, Mei resmi memulai pelatihan Kung Fu Shaolin, dan pada 2024, ia berhasil menyelesaikan ujian tingkat 3 dalam sistem Duanpin. Di tahun yang sama, Mei mulai mendalami seni panahan Zen dan berkesempatan melakukan perjalanan ke Bozhou dan Shaolin Temple, Tiongkok, bersama para murid Shaolin Xiu Culture Center dari Inggris. Di sana, Mei mempelajari Wu Qin Xi dan menerima bimbingan langsung dari para master di Shaolin Temple.
Perjalanan Mei adalah sebuah lintasan yang unik: dari fantasi masa kecil dalam komik, menuju praktik nyata seni bela diri; dari bahasa dan budaya, menuju pemahaman filosofis dan spiritual. Ia menemukan harmoni melalui gerakan, ketenangan melalui pernapasan, dan kekuatan melalui kesadaran penuh.
Kini, sebagai seorang instruktur, Mei berkomitmen untuk menjadikan pengalaman lintas budaya dan latihannya sebagai jembatan bagi generasi modern. Ia berharap dapat membantu siswa menemukan cara mengintegrasikan seni bela diri tradisional ke dalam kehidupan sehari-hari, agar kebijaksanaan kuno tetap hidup dan bersinar di tengah dunia yang terus berubah.

Jalan Hati Suci No.2, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta 10250
The Moove, GAFOY, Summarecon Mall Kelapa Gading
Jl. Scientia Boulevard, Gading Serpong, Curug Sangereng, Tangerang, Banten 15810
Jl. Hayam Wuruk no.2 O, Kel. Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Jakarta 10120
GW5P+C4M, Dengfeng Blvd, Dengfeng, Zhengzhou, Henan, China, 471925
© 2022 by Shaolin Xiu Indonesia. All right reserved.